Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penggunaan Diatonic Scale

Penggunaan diatonic scale atau scale diatonik dibahas di sini, dilengkapi dengan contoh diatonik scale pada gambar gitar dan keyboards, sehingga mudah dimengerti.

Bagi anda yang baru belajar musik mungkin belum tahu cara menggunakan diatonic scale ini. Oleh sebab itu saya akan coba terangkan sedikit. Diatonic scale disebut juga major scale, dan masih ada sebutan yang lainnya. Tapi saya tidak akan membahas sinonim dari istilah tersebut. Susunan notasi dari diatonic scale adalah C – D – E – F – G – A – B ( dalam nada dasar C ). Dalam alat musik gitar dan piano posisinya seperti di bawah ini.


gambar tangga nada diatonik pada piano dan gitar


Diatonic scale adalah salah satu scale yang paling banyak dipakai di dunia musik. Di Indonesia diatonic scale lebih dikenal sebagai tangga nada diatonik.

Diatonic scale bisa digunakan sebagai scale untuk melodi lagu, artinya anda bisa memainkan melodi lagu pop khususnya dengan berpedoman pada susunan not yang ada pada diatonic scale ( sudah saya bahas pada postingan yang lalu ).

Diatonic scale bisa digunakan sebagai scale untuk melodi improvisasi, artinya anda bisa memainkan improvisasi melodi, untuk hal ini saya bahas pada postingan Cara Improvisasi Melodi.

Diatonic scale bisa digunakan sebagai scale untuk bermain bas. Bagi anda pemain bas maka scale ini wajib dikuasai.

Untuk saat ini saya hanya terbayang 3 poin di atas.

Gambar di atas adalah diatonic major scale, pasangannya adalah diatonic minor scale atau natural minor scale. Masih ada istilah lain, tapi biarkan saja. Terpenting adalah anda mengerti dan tahu susunannya. Jika dalam major scale dimulai not C maka pada natural minor scale dimulai not A. Susunannya begini :

A – B – C – D – E – F – G – A

Singkatnya bahwa C major berpasangan dengan Am. Untuk mencari pasangan ini tinggal kurangi 1 1/2 nada dari nada majornya. Contohnya C major kurangi 1 1/2 nada, maka akan jadi A tambahkan minor . Jadi C major dengan A minor, D major dengan B minor, dan seterusnya.

Sedikit informasi bagi pemain bas pemula, jika akor A major mau pindah ke D major, maka bisa menggunakan variasi A – B - C# – D tapi jika A minor mau pindah ke D minor, maka variasinya A – B – C – D. Jadi ada perbedaan yaitu C# dan C. Dengan kata lain variasi bas untuk akor minor dan major berbeda.

Semoga postingan ini bermanfaat.

Posting Komentar untuk "Penggunaan Diatonic Scale"