Belajar Aransemen Musik

Dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang aransemen musik pada lagu. Saya beri judul “belajar aransemen musik”. Terus terang saya tidak mahir dalam membuat aransemen musik. Di sini yang akan saya posting adalah pengalaman saya.  Pengalaman ini saya dapat dari websites, dengar dari CD dan lainnya. Jadi jika postingan ini banyak kekurangannya mohon dimaklumi.

Sebelum membuat aransemen sebuah lagu, hal yang harus diketahui adalah kerangka dari aransemen lagu. Untuk mengetahui kerangka aransemen lagu ini kita bisa dengar  sebuah lagu kemudian perhatikan dengan teliti.  Ketika kita mendengar lagu pop misalnya, maka hal yang pertama kita dengar adalah intro. Lalu apalagi yang kita dengar ?
Baiklah saya akan bahas selengkapnya.

Ke-1 adalah intro
Merupakan musik depan / musik awal dari sebuah lagu atau bisa juga disebut musik pengantar untuk masuk ke verse atau seringkali disebut bait. Intro ini umumnya berupa melodi dari alat musik tertentu. Bisa menggunakan 1 alat musik atau menggunakan lebih dari 1 alat musik.  Sebagai gambaran untuk intro, silakan buka postingan  Membuat Intro Lagu.

Ke-2 adalah verse / bait
Merupakan  lirik dan melodi  lagu, dinyanyikan oleh penyanyi.

Ke-3 adalah melodi selipan
Merupakan melodi untuk mengisi tempat-tempat kosong pada verse / bait dan chorus. Saya tidak tahu istilahnya. Sebagai contoh atau gambaran dari melodi selipan ini, silakan bukan postingan yang berjudul Mengisi Melodi Pada Lagu.

Ke-4 adalah jembatan ( bridge )
Merupakan melodi atau vokal untuk menjembatani dari verse ke bait atau sebaliknya. Selain itu jembatan ( bridge ) digunakan untuk modulasi ( pindah nada dasar ). Kegunaannya agar perpindahan dari satu nada ke nada lain menjadi enak didengar.  Juga untuk membantu penyanyi terutama dalam hal modulasi, krena jika sebuah modulasi tanpa jembatan akan cenderung sulit dilakukan.

Ke-5 adalah chorus
Merupakan bagian lagu yang dianggap sebagai inti dari pesan lagu. Umumnya chorus ini lebih harmoni atau lebih enak daripada verse. Di Indonesia chorus ini seringkali dikenal sebagai reffrein/reff ( refrain).  Dalam teori musik reff dengan chorus dibedakan.

Ke-5 adalah refrain ( reffrein/reff  )
Merupakan pengulangan dari verse atau chorus.

Ke-6 adalah interlude
Merupakan melodi/musik bagian tengah dari sebuah aransemen lagu/musik. Interlude ini bisa menggunakan susunan akor  dan jumlah bar yang ada pada verse, refrain atau bukan keduanya. Umumnya interlude ini mengambil dari susunan verse untuk akor dan jumlah barnya. Sebagai gambaran anda bisa membuka postingan yang berjudul Membuat Interlude Lagu.

Ke-7 adalah modulasi
Merupakan penggantian nada dasar atau perpindahan nada dasar.  Umumnya modulasi ini dilakukan pada nada yang lebih tinggi. Misalnya nada dasar C naik 1/2 nada menjadi C# atau naik 1nada menjadi nada D. Tapi ada juga modulasi ke nada yang lebih rendah.  Asal tahu saja, tidak semua lagu menggunakan modulasi.  Jadi modulasi ini walau termasuk bagian aransemen musik/lagu tapi tidak selalu dipakai. Dengan kata lain modulasi digunakan jika dibutuhkan.

Ke-8 adalah bagian akhir lagu.
Merupakan penutup dari aransemen musik lagu/musik. Ada beberapa cara untuk menutup lagu di antaranya :

Fade out
adalah pengulangan yang makin lama makin mengecil suaranya dan menghilang. Jika anda suka mendengar lagu pasti pernah mendengar  akhir lagu seperti itu.

Coda
adalah pengulangan bagian lagu. Biasanya mengambil bagian akhir dari sebuah chorus. Ada yang sama persis mengambil bagian akhir sebuah chorus, tapi ada juga yang ujung chorusnya dirubah sedikit ke nada tertentu.

Outro
adalah semacam intro tapi letaknya pada bagian akhir sebuah aransemen. Fungsinya agar musik itu tidak berhenti secara mendadak dan enak didengar saat musik akan berakhir. Anda bisa dengar contohnya pada postingan yang berjudul Membuat Outro Lagu.

Kira-kira itulah kerangka dari sebuah aransemen musik/lagu yang paling sering dipakai.
Setelah kita tahu kerangkanya, langkah selanjutnya adalah belajar membuat intro sampai bagian akhir. Untuk belajar semua  di atas, harus sering mendengar  jenis musik yang akan kita buat. Kalau bisa jangan belajar banyak musik, maksudnya fokuskan pada salah satu jenis musik agar lebih mudah. Setelah bisa baru belajar jenis musik yang lain jika tertarik.

Hal penting atau perlu diperhatikan ketika kita membuat aransemen adalah alat musik yang digunakan. Usahakan membuat aransemen dengan alat musik yang berbeda-beda  pada semua bagian aransemen. Maksudnya jangan menggunakan 5 jenis alat musik (misalnya ) pada semua bagian aransemen lagu/musik. Dengan kata lain menggunakan 5 alat musik pada intro sampai bagian akhir tanpa henti. Hal ini akan sangat monoton dan kurang baik.
Contoh yang bagus, misalnya intro menggunakan biola dengan piano,  lalu verse ke-1 masuk vokal  diiringi oleh piano, biola dan hi-hat misalnya. Selanjutnya verse ke-2  diiringi piano, drumset, biola, bas gitar. Lalu masuk chorus tambah lagi alat musiknya.  Setelah masuk interlude ganti alat musik melodinya jangan biola, misalnya pakai alat musik tiup. Ini bergantung pada jenis musik /lagu yang dimainkan. Singkat kata gunakan alat musik yang berbeda-beda sesuaikan dengan jenis musik/lagu,  supaya musik tidak monoton.  Sebaiknya gunakan juga variasi-variasi (bumbu), misalnya variasi akor, fill in (drum), melodi variasi, dan lainnya. Kesimpulannya buat musik yang berwarna.  Dalam teori aransemen musik cara menggunakan berbeda-beda alat musik / jumlah alat musik seperti di atas disebut kontras.

Sebagai sharing, saya pernah mendengar  sebuah chorus dinyanyikan oleh beberapa orang dan diiiringi hanya sebuah alat musik dalam bentuk melodi (itu yang terdengar). Bayangkan hanya diiringi sebuah alat musik. Mungkin mereka menggunakan cara ini agar tidak terkesan monoton. Ini merupakan aransemen yang tampil beda karena biasanya chorus menggunakan banyak alat musik. Selain itu dalam aransemen pun kadang ada yang menggunakan variasi melodi yang tidak enak (tidak harmoni), ini juga tampil beda, karena biasanya orang menyukai melodi harmoni. Ilustrasinya begini, jika anda tiap hari makan yang enak dan mahal, maka anda akan bosan. Sekali-kali anda makan yang tidak enak agar anda tidak bosan pada makanan yang enak dan mahal. Begitu juga dengan telinga kita jika mendengar yang enak terus, pasti bosan. Sekali-kali dengar yang tidak enak. Ini akan menjadi variasi dan berwarna.
Semoga anda mengerti.


NB:
Musik itu walaupun ada aturannya tetapi bukan berarti harus terpaku pada aturan. Musik itu selalu berubah, bergantung pada selera. Contoh setiap ganti verse tidah harus  pakai fill in (ropel drum), Setiap ada  tempat kosong vokal tidak wajib diisi melodi atau backing vokal. Dalam musik harus banyak uji coba. Intinya buatlah inovasi.


Belum ada Komentar untuk "Belajar Aransemen Musik"

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan baik dan beri masukan supaya blog ini menjadi berguna bagi banyak orang.

Iklan Atas Artikel

Tengah

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel