Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sejarah Acapella

Acapella adalah nyanyian kelompok atau solo tanpa menggunakan alat musik. Acapella berasal dari bahasa Itali “A cappella” yang artinya “dalam cara kapel”, dalam bahasa Indonesia disebut akapela.

Acapella sudah ada sejak jaman dulu sebelum masehi namun tidak terpublikasikan dengan baik. Salah satu yang terpublikasikan ( jaman dulu awal masehi ) adalah tulisan filsuf Yahudi yang bernama Philo yang lahir tahun 20 sebelum Masehi. Dalam tulisan-tulisan Philo banyak ditemukan nyanyian Orang Yahudi. Dia mempromosikan pujian tanpa instrument ( acapella ), bahkan dia mengajarkan bahwa “menyanyi tanpa bersuara” lebih baik.

Di gereja Katolik ( Roma ) pada waktu itu menggunakan acapella, salah satu contohnya Gregorian Chant ( nyanyian Gregorian ). Anda bisa dengar di Youtube, salah satu judulnya “Dies Irae”.

Pada jaman dulu ada beberapa aliran gereja yang fanatik terhadap acapella, maksudnya mereka tidak mau menggunakan alat musik. Mungkin ini pengaruh dari doktrin yang mereka pegang. Di antara mereka ada yang mau menerima alat musik setelah abad ke-19.;

Di Amerika Serikat Peter Christian Lutkin, Dekan Sekolah Musik Universitas Northwestern membantu mempopulerkan musik acapella dengan mendirikan The A Cappella Choir pada tahun 1906. Namun tradisi acapella dimulai pada tahun 1911 oleh F. Melius Christiansen, seorang staf pengajar musik di St. Olaf College di Northfield, Minessota ( negara bagian dari Amerika Serikat ). Dia mendirikan The St. Olaf College Choir, dari sinilah kemudian muncul acapella-acapella yang lain.

Acapella merupakan musik religious pada awalnya, misalnya dalam agama Yahudi, Katolik, Kristen, dan Islam. Namun sekarang acapella bukan lagi musik religius karena acapella sudah digunakan untuk lagu-lagu yang non-agamis dan sudah dikomersilkan.

Acapella memiliki perkembangan yang cukup pesat, itu terlihat dari kemunculan kelompok-kelompok acapella di banyak negara, termasuk Indonesia. Ada banyak group yang cukup terkenal diantaranya,

VoicePlay

Take 6

Pentatonix

Pitch Slapped

The Son of Pitches

Street corner Symphony

BYU Noteworthy

Penta Boys

Jika anda ingin tahu kehebatan dari 8 group di atas, silakan buka youtube. Semuanya ada di youtube dan group Penta Boys adalah group dari Indonesia. Sayangnya di Indonesia acapella tidak begitu populer atau kurang digemari.

Acapella sudah sangat berkembang dalam hal komposisi, penambahan teknik beatbox dan lainnya. Ketika mendengar group VoicePlay sepertinya saya tidak sedang mendengar acapella tapi sedang mendengar sebuah band yang lengkap. Kok bisa begitu ? ( jawabnya tonton di youtube ).

Semoga postingan ini berguna.



NB:

Pada umumnya acapella adalah bernyanyi kelompok ( pengertian jaman modern ).