Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jembatan Chord / Chord Penghubung

Jembatan chord ( Bridge Chord ) atau chord penghubung merupakan chord sisipan di antara 2 chords. Fungsinya untuk memperindah musik. Frank Bridge yang pertama kali mengenalkannya.

Banyak orang yang mencari rumus bridge chord atau formula bridge chord / jembatan chord, namun sampai sekarang belum ada rumus jitu untuk jembatan chord ini.

Pada postingan kali ini saya membahas jembatan chord berdasarkan pengalaman. Maksudnya jembatan chord yang sering saya mainkan. Contohnya seperti gambar di bawah ini.


gambar chord jembatan atau chord penghubung


Lihat gambar di atas,

Ketika C akan ke Am dalam lagu lambat enaknya diberi jembatan Em7 namun jika lagunya cepat enak pakai Em supaya tidak ribet pegang chordnya.

Ketika C akan ke Dm gunakan jembatan A7 atau A saja.

Ketika C akan ke F gunakan jembatan C7 atau Gm

Ketika C akan ke G gunakan jembatan Dm atau Dm7.

Semua jembatan chord di atas merupakan jembatan chord yang paling sering dipakai pemain musik.

Pertanyaannya : kenapa C ke Em tidak ada dan C ke Bdim tidak ada ?

Bukankah susunan C atau famili chord dari C adalah C – Dm – Em – F – G – Am – Bdim ?.

C ke Em harusnya menggunakan Bdim7 namun dalam musik pop chord Bdim7 ini termasuk “tidak biasa”. Kalau dalam musik jazz ketika nada dasar C kemudian mau ke Em, pakai Bdim7 enak. Namun dalam musik pop “ tidak enak” jika pakai Bdim7.

C ke Bdim tidak ada, karena dalammusik pop Bdim ini sangat jarang digunakan jika nada dasarnya C. Suara Bdim terdengar “tidak enak”, sementara pemusik mencari yang enak atau harmonis. Sebenarnya masalah enak atau tidak enak adalah masalah selera. Andai kita sering mendengar lagu yang menggunakan Bdim, pastinya Bdim itu akan disebut biasa dan enak suaranya.

Sekarang coba perhatikan gambar jembatan chord di atas, jembatan chord itu posisinya selalu berada pada tingkat ke-5 dari chord tujuan. Contohnya jika C tujuannya Dm maka jembatannya A. Jika D tingkat 1 maka tingkat 5-nya adalah A, hitungannya D, E, F, G, A.

Dalam bas gitar posisi chord jembatan berada di atas chord tujuan. Contohnya jika chord tujuan Dm maka jembatannya A karena posisi A berada di atas chord Dm.

Contoh lain jika C ke F jembatannya C7 karena di atas bas F ada bas C, tinggal diberi 7.

Jika menghitung tingkat kelima dari F adalah F, G, A, B, C jadi C tingkat ke-5 dari F.

Seringkali jembatan chord diberi 7, bisa major 7 atau minor 7.

Selain chord jembatan di atas, dalam nada dasar C ada chord lain ( famili chord ) yang juga sering menggunakan chord jembatan diantaranya,

Ketika Am akan ke F menggunakan chord jembatan G.

Ini hal yang menarik karena chord G ini bisa menjadi jembatan sekaligus bisa menjadi passing chord.

Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak semua jembatan chord bisa digunakan pada lagu. Ada dimana sebuah lagu tidak perlu diberi jembatan chord, namun ada juga yang perlu. Singkat kata tergantung lagunya. Jadi jembatan chords ini harus dipakai di saat yang tepat. Sifatnya tidak wajib.

Semoga postingan ini berguna bagi anda.

16 komentar untuk "Jembatan Chord / Chord Penghubung"

  1. Apakah jembatan chord itu pasti dihitung dengan nada kelima dari chord tujuan, atau dari sebelah chord tujuan? Misal chord C ke F, mengapa jembatannya harus memakai C7? Dan apakah bisa menggunakan chord Edim? Terima kasih 🙏.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya tidak ada teori yang pasti untuk jembatan chord hingga saat ini. Saya menulis di atas berdasarkan pengalaman dan pengamatan subjektif. Umumnya orang menggunakan jembatan chord seperti yang saya tulis di atas. Namun ada juga yang tidak begitu. Contohnya ketika C ke F umumnya orang menggunakan C7 padahal menggunakan Gm juga bisa (kadangkala digunakan).
      Apakah bisa menggunakan Edim ?, jawabnya bisa saja jika memang notasinya mendukung untuk Edim. Namun umumnya orang menggunakan Edim7 sebagai jembatan, maksudnya chord dim7 yang sering digunakan.
      Semoga jawaban ini bermanfaat.
      Saya senang anda telah bertanya dan pertanyaan anda betul-betul bagus.

      Hapus
    2. Terima kasih banyak atas penjelasannya, jawaban ini sangat bermanfaat bagi saya.

      Hapus
  2. Nama Teori jembatan chord itu : secondary dominant, dan secondary diminished

    Dan ada juga variasi chord dengan nama Negative Harmoni, atau negative minor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk masukannya
      Ya, dalam terori musik ada istilah secondary dominant, secondary diminished dan negative harmony.
      Jika anda ingin berbagi ilmu chords atau teori musik, silakan kirim melalui formulir kontak. Nanti akan saya update postingan ini (ditambahkan) agar blog ini makin komplit. Blog ini memperbolehkan pengunjung memberikan artikel untuk diposting di sini. Syaratnya harus relevan dengan tema blog ini.

      Hapus
  3. Tanya mas,,,contoh lagu sweet child o mine kan pakai nada dasar D=do, otomatis progresinya pakai D maj,,,tapi kenapa ada chord C didalam lagunya yang mana C bukan progresi D,,mohon penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebuah lagu tidak harus mengikuti aturan chord. Singkatnya lagu tidak terikat oleh chord. Anda bisa saja membuat lagu misalnya C - G# - C. Namun ada jenis musik tertentu yang harus pakai aturan tertentu. Misalkan lagu blues, lagu rock and roll. Kedua jenis musik itu ada aturan chordnya. Chord progresi itu memang chord umum yang biasa digunakan dalam musik pop, rock dan lainnya. Namun tidak semua lagu harus menggunakannya. Contohnya dalam lagu jazz, ada yang menggunakan chord yang aneh-aneh.
      Semoga jawaban ini jelas, jika kurang jelas silakan tanya bagian mana yang tidak jelasnya. Saya senang mendapat pertanyaan dari anda.
      Terima kasih, pertanyaan anda berguna bagi pengunjung yang sedang mempelajari chord.

      Hapus
    2. Bukannya lagu sweet child versi GnR itu nada dasarnya C ??
      Coba diulik lagi

      Hapus
    3. Maksud saya begini, bahwa sebuah lagu tidak harus mengikuti progresif chord. Coba anda lihat chord lagu-lagu jazz, banyak yang tidak sesuai dengan progresif chord. Pertanyaan anda itu, kenapa dalam nada dasar D ada chord C. Lagu seperti itu bukan hanya lagu GnR saja. Anda pun bisa bikin lagu yang chord-nya seperti itu. Dalam sebuah lagu bisa saja mengikuti progresif chord atau tidak mengikuti progresi chord, bergantung pada pencipta lagunya.
      Semoga jawaban ini bermanfaat. Silakan bertanya lagi jika kurang jelas. Terima kasih untuk pertanyaan anda.

      Hapus
  4. Kalau boleh dibuatkan daftar jembatan chord utk famili chord utk nada dasar yg lain jg. trm ksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, monitor komputer saya rusak sehingga lama membalas.
      Selain itu blogspot sedang dalam keadaan agak kacau karena sedang perbaikan.
      Jika anda ingin tahu jembatan chord yang lain, anda tinggal hitung. Contoh nada dasar C, jika ingin menjadi nada dasar D maka harus naik 1 nada pada setiap chordnya.
      Contohnya begini : C - Em jika main di D artinya naik 1, C menjadi D dan Em menjadi F#m.
      Jika ingin lebih jelas silakan kirim pertanyaan anda lewat formulir kontak, tulis email dengan benar. Nanti akan saya jawab lebih detail.
      Terima kasih atas pertanyaan anda.

      Hapus
  5. Kalo chord G mau ke D pake jembatan apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. G - Am - D

      Hapus
    2. Sebetulnya tidak semua chord harus diberi jembatan. Jika anda ingin agak beda suaranya anda bisa gunakan slash chord. Ketika nada dasar G mau pindah ke D, gunakan slash chord D/F# artinya chord D bas F#, ini harus disesuaikan dengan lagunya, biasanya untuk lagu lambat. Jika mau pakai jembatan, bisa saja pakai Am seperti pendapat teman anda di atas. G - Am - D, ini pun tergantung lagunya.
      Jika anda ingin merasa lebih indah dalam menggunakan chord, cobalah pakai jembatan chord, slash chord dan chord substitusi. Saya sudah membahas 3 hal itu. Terima kasih untuk pertanyaannya.

      Hapus

Silakan berkomentar dengan baik dan beri masukan supaya blog ini menjadi berguna bagi banyak orang.